Alasan nomor satu orang kecewa beli fashion preloved bukan barang palsu — tapi ukuran yang meleset. Dan ini sebenarnya bisa dicegah hampir 100% dengan satu kebiasaan: berhenti percaya pada huruf S/M/L, mulai percaya pada angka sentimeter.
Kenali istilah dasarnya dulu. LD artinya lingkar dada (diukur melingkar penuh, bukan cuma lebar depan dikali dua — tanyakan ke seller yang mana yang dia pakai). Panjang diukur dari bahu tertinggi sampai ujung bawah. Untuk bawahan, yang paling menentukan adalah lingkar pinggang dan lingkar pinggul.
Cara paling akurat: ambil baju di lemarimu yang paling pas dan nyaman, ukur LD dan panjangnya, lalu jadikan patokan. Bandingkan angka itu dengan keterangan seller — bukan membandingkan "aku biasanya M" dengan "ini tag-nya M".
Untuk sepatu, patokan terbaik adalah panjang insole dalam sentimeter. Ukur kaki dari tumit ke ujung jari terpanjang, tambahkan sekitar 0,5–1 cm untuk ruang gerak. Konversi kasar: EU 36 sekitar 22,5 cm, EU 37 sekitar 23,5 cm, EU 38 sekitar 24 cm — tapi tiap brand punya cutting berbeda, jadi angka insole tetap raja.
Waspadai istilah kondisi yang menyamarkan ukuran: "karet masih oke" perlu ditanya melar sampai berapa cm; "cutting kecil" pada brand tertentu bisa berarti naik satu ukuran penuh.
Jangan ragu bertanya. Seller preloved yang baik justru senang ditanya detail ukuran karena mengurangi risiko retur. Di PUTIFY, seller bahkan bisa mengisi kotak "Penjelasan Ukuran" khusus yang tampil terpisah di halaman produk — lengkap dengan tinggi dan berat model kalau ada.
Terakhir: kalau ragu di antara dua ukuran untuk atasan dan outer, pilih yang lebih besar — mengecilkan lebih mudah daripada membesarkan. Untuk sepatu, sebaliknya: jangan pernah naik ukuran dengan harapan "nanti pakai kaos kaki tebal". Percayalah, itu jalan menuju sepatu yang cuma dipakai sekali.